Selasa, 05 Maret 2024

Konfigurasi Proxy Server

Nama : Samara Naira Ardian

No Absen : 19


KONFIGURASI PROXY SERVER


1.Buka aplikasi virtual box

2.instal debian 8
3.konfigurasi router dan dns server
4.masukan DVD 2 kemudian ketik:
    #apt-cdrom add
5.kemudian ketik:
   #apt-get install squid3->enter
6.Akan ada perintah untuk ubah DVD binary menjadi 1 lalu masukkan DVD 1->enter
7.Kemudian akan ada perintah untuk merubah lagi DVD binary menjadi 2 masukkan dvd 2->enter
8.Lalu ketik:
   #cd /etc/squid3/squid.conf
9.Ctrl+w lalu ketikkan "http_port 3128" hapus tanda pagar(#) dan tambahkan "transparent" dibelakang nya
10.Ctrl+w lalu ketikkan "cache.mgr" hapus tanda pagar (#) dan tambahkan "admin@stuwika.sch.id" (dns sekolah)
11.Ctrl+w lalu ketikkan "visible_hostname" setelah ketemu dibawah DEFAULT hapus tanda pagar(#) dan tuliskan menjadi "visible_hostname.proxy.stuwika."
12.Untuk mengatur situs yang diblokir ketik Ctrl+w tuliskan "acl connect" setelah ketemu tuliskan dibawah acl connect
        method connect
        acl url dstdomain "/ect/squid3/url
        http_access deny url
        http_access allow lan
        Kemudian simpan (ctrl+x+y+enter)
13.Untuk mengisi situs yang ingin diblokir ketik #nano/etc/squid3/url isikan
         detik.com
         www.detik.com
         facebook.com
        www.facebook.com
14.#/etc/init.d/squid3 restart
15.#nano /etc/rc.local isikan diatas exit 0
        Iptables -t nat -A POSTROUTING -s 192.168.1.0/24 MASQUERADE -p tcp --dport 80-i eth1 -j REDIRECT --to-port 3128
16. #/etc/init.d/networking restart lalu reboot
17.buka client lalu setting pengaturan jaringan sambungkan pada router server buka internet Explorer atau chrome ketikkan www.facebook.com atau www.detik.com 
      Jika muncul EROR THE REQUESTED URL COULD NOT BE RECEIVED tandanya berhasil

Minggu, 18 Februari 2024

Konfigurasi HOTSPOT dan VLAN pada Router Board MIKROTIK


 

Video ini mungkin masih memiliki banyak kesalahan dan kekurangan, sama seperti yang buat. Jadi harap di maafkan dan di maklumi... 

Karena percayalah sejelek-jeleknya video ini, ada seseorang yg telah berusaha untuk menjadikan nya yg terbaik dengan segala usaha nya... 

Minggu, 21 Januari 2024

Soal B/S MIKROTIK

Tentukan jawaban dari pernyataan di bawah Ini dengan memilih antara BENAR (B) / SALAH (S) !!! 

1. Subnet Mask yang dapat digunakan pada IP kelas B adalah 255.255.0.0

Jawaban : (B) 

2. Mikrotik merupakan salah satu aplikasi untuk melakukan konfigurasi RouterOS dan DNS server. 

Jawaban : (S) 

3. Mikrotik Router Board Rb 941- 2nd Hap Lite atau Router Board yang biasa digunakan oleh siswa SMKN 1 Juwiring merupakan Router Board yang memiliki 5 port

Jawaban : (S) 

4. Mikrotik Router Board Rb 941- 2nd Hap Lite atau Router Board yang biasa digunakan oleh siswa SMKN 1 Juwiring merupakan Router Board yang memiliki 4 port

Jawaban : (B) 

5. Untuk melakukan setting Router Board dapat menggunakan aplikasi Winbox dan Virtualbox

Jawaban : (S) 

6. Untuk melakukan setting Router Board dapat menggunakan aplikasi Winbox 

Jawaban : (B) 

7. Untuk melakukan setting Router Board dapat menggunakan aplikasi Virtualbox 

Jawaban : (S) 

8. Jika semua port telah disetting dan ternyata ada kesalahan maka cara untuk mereset nya adalah dengan melakukan Hard Reset

Jawaban : (B) 

9. Mac Addresses pada Router Mikrotik terletak di bagian samping Router Board

Jawaban : (S) 

10. C4: AD: 34: AC: E1: FA merupakan sebuah Mac address

Jawaban : (B) 



Minggu, 29 Oktober 2023

Konfigurasi VLAN Pada Cisco Packet Tracer

 1. Siapkan Switch dan beberapa PC

2.  Masukkan IP dan Subnetmask pada setiap PC


➥ Ip PC 1 : 10.10.10.1 
➥ Ip PC 2 : 10.10.10.2
➥ IP PC 3 : 10.10.10.3
➥ Ip PC 4 : 10.10.10.4
➥ Subnetmask PC 1-4 : 255.255.255.0

4. Sambung kan PC dan Switch menggunakan kabel Straight


5. Setting switch di CLI

Masukkan perintah:
      >enable
      #conf t 
      #show vlan 
      #ex 
      Enter 2×
      #show vlan 
       Enter 2×
      #conf t 
      #vlan 10 
      #name LAN1
      #ex 
      #vlan 20
      #name LAN2
      #ex
      #ex 
       Enter 2×
       #sh vlan 
        Enter
       #int fa0/1
       #switchport access vlan 10
       #ex 
       #int fa0/2
       #switchport access vlan 10
       #ex 
       #int fa0/3
       #switchport access vlan 20
       #ex
       #int fa0/4
       #switchport access vlan 20
       #ex
       #ex
       Enter 
       #sh vlan 
       Enter 
       #ex 

6. Jika wrna nya sudah berubah dari Oranye ke hijau maka artinya sudah berhasil tersambung. 


7. Tambahkan 1 PC untuk VLAN 20

Masukkan IP address 192.168.1.3
Dengan settingan yang sama seperti diatas
      >enable 
      #conf t
      Enter 2×
      #int fa0/5
      #switchport access vlan 20
      #ex 

8. Cek apakah sudah dapat mengirim pesan

Jika sudah Successfull artinya pesan telah terkirim dan konfigurasi telah berhasil. 


Minggu, 20 Agustus 2023

Perbedaan Konfigurasi Routing Statis dan Dinamis pada Cisco

A. Pengertian Routing

routing adalah proses meneruskan paket-paket data dari satu jaringan ke yang lainnya. Proses ini dapat diartikan juga sebagai penggabungan beberapa jaringan untuk meneruskan paket data dari satu jaringan ke jaringan. 

1. Routing Statis

Routing statis atau Static Routing adalah proses setting router jaringan menggunakan tabel routing yang dikonfigurasikan secara manual oleh network administrator.

Seorang administrator jaringan akan mengisi setiap entri dalam forwarding table di setiap router yang terhubung pada jaringan tersebut. Mereka harus memasukkan atau menghapus rute statis jika adanya perubahan topologi.

Konsep routing statis merupakan pengaturan routing paling sederhana dalam jaringan komputer. Maka dari itu, penggunaan routing statis cocok untuk jaringan internet skala kecil.

2. Routing Dinamis

Routing Dinamis (Dynamic Routing) adalah jenis router yang mampu membuat tabel routing secara otomatis berdasarkan lalu lintas jaringan dan router yang terhubung.

Berkebalikan dengan routing statis, routing dinamis memiliki protokol routing yang akan mengatur router secara otomatis untuk saling berkomunikasi dengan memberikan informasi tentang jaringan dan koneksi antar router. Informasi ini digunakan untuk membangun dan memperbaiki table routing-nya.

B. Perbedaan

1. Routing Statis

-Tabel routing dibuat dan dihapus secara manual oleh administrator.

-Cocok digunakan untuk jaringan skala kecil

-Tidak banyak membutuhkan resource

-Lebih aman

-Tidak menggunakan protokol routing

-Berfungsi pada protokol IP

-Router tidak dapat membagi informasi routing

2. Routing dinamis

-Tabel routing dibuat dan dihapus secara otomatis oleh protokol routing.

-Cocok digunakan untuk jaringan skala besar.

-Banyak menggunakan resource

-Kurang aman

-Menggunakan protokol routing seperti RIP, OSPF, dsb.

-Berfungsi pada inter-routing protocol

-routing Router membagi informasi routing secara otomatis


Jika ada kesalahan mohon di maafkan, jika ada keraguan mohon dijelaskan. Agar tidak ada kesalah pahaman diantara aku dan kamu. 

Jangan berpendapat secara sepihak disaat kamu tidak tahu yang sebenernya terjadi. Yang kamu fikir buruk bisa jadi adalah sesuatu yg baik hanya saja kamu tidak tahu. 

Jikalau masih ingin disini maka jangan pergi meninggalkan hati yg tak ingin kau tinggal pergi. 

Sekian terimakasih... 

Sabtu, 29 Juli 2023

Menghubungkan 2 Router dgn 1 PC


Menghubungkan 2 Router 1 PC di Cisco Packet Tracer

Hari/Tanggal

Judul

Identitas

Rabu,25 Juli 2023

Menghubugkan 2 Router dengan 1 PC di Cisco Packet Tracer

Nama : Samara Naira Ardian

Kelas : XI TJKT 2

No Absen : 19


A. Tujuan
    -Memahami apa itu Cisco Packet Tracer
    -Memahami cara menggunakan Cisco Packet Tracer
    -Memahami manfaat Cisco Packet Tracer
    -Memahami kelebihan Cisco Packet Tracer
    -Memahami kekurangan Cisco Packet Tracer

B. Landasan Teori
    Pengertian Packet Tracer aplikasi simulator yang dibuat oleh Cisco System yang sering digunakan sebagai media pembelajaran dan pelatihan, dan juga dalam bidang penelitian simulasi jaringan komputer. 

C. Alat dan Bahan
    - PC
    - Mouse
    - Apk Cisco Packet Tracer

D. Langkah-langkah

  1. Siapkan 2 buah Router dan 1 PC




2. Pasangkan kabel “cross” untuk menghubungkan perangkat-perangkat tersebut, dengan cara klik gambar petir di menu bagian kiri bawah





3. Klik router bagian atas lalu tekan "fa/0/0" dan masukkan IP, seperti dibawah ini




4. Klik router bagian bawah lalu tekan "fa/0/0" dan masukkan IP, seperti dibawah ini




5. Tekan PC, lalu masuk ke Desktop, kemudian tekan IP Configuration. 




6. Kemudian 😭masukkan alamat IP, Netmask, dan Gateway. Contohnya seperti dibawah ini




7. Hubungkan router bagian tengah dan PC, dengan cara memasukkan gateway dari PC kedalam kolom "fa0/1" pada router tengah




8. Kemudian uji kerja router tengah dan PC, dengan cara mengirimkan pesan simulasi, jika ada tulisan "Successful" dipojok kanan bawah, berarti proses penyambungan router tengah dengan PC sudah berhasil.




9. Setelah itu, proses berikutnya adalah menyambungkan IP router tengah dengan router atas, agar router atas mampu megirimkan pesan ke PC.

Caranya adalah dengan membuka router 1, tekan config dan pilih static, dan ketik contohnya seperti dibawah ini




10. Dan ulangi proses diatas untuk router bagian tengah, jangan lupa tekan "add" jika sudah selesai mengisi kolom "Network, Mask, Next Hop"




11. Jika sudah selesai, uji coba dengan cara mengirimkan pesan simulasi dari router atas ke PC, jika hasilnya "Successful" maka proses penyambungan 2 router dan 1 PC anda sudah berhasil



E. Kesimpulan dan Saran

1. Kesimpulan

- Cisco Packet atracer adalah apk simulator alat-alat jaringan Cisco yang sering digunakan sebagai media pembelajaran simulasi jaringan komputer

2. Saran

- Ada baik nya saat merancang jaringan, menggunakan ip address yang berurutan untuk setiap PC. 

- Sebaiknya saat mengisi ip address atau pun gateway dilakukan dengan teliti dan hati-hati agar tidak terjadi masalah. 

Rabu, 03 Mei 2023

IDENTIFIKASI PERANGKAT JARINGAN DI SMK NEGERI 1 JUWIRING

 

1. Kabel LAN

Fungsi : 

Untuk menghubungkan satu perangkat komputer dengan yang lainnya di area yang sama.

2. Wireless Accsess Point (Ruiji) 

Fungsi :

sebagai penyebar sinyal internet kepada perangkat yang terhubung melalui gelombang radio. Baik itu perangkat nirkabel atau perangkat kabel biasa. 


3. ODP (Jo-link) 

Fungsi :

sebagai tempat instalasi sambungan jaringan optik single-mode terutama untuk menghubungkan kabel fiberoptik distribusi dan kabel drop.


4. mesh acces point

Fungsi : 

untuk memperluas jaringan komputer tanpa harus terbatas dengan jarak


5. Antena grid

Fungsi : 

untuk memperkuat dan mengarahkan sinyal wireless untuk melakukan koneksi point to point, multi point.



Senin, 01 Mei 2023

Soal FO

 1. Apa saja alat penyambung fiber optic dibawah ini... 

A. Blender, flashdisk, palu

B. Gunting, Tisu, VFL

C. Splicer, VFL, Cleaver

D. Cliver, Tisu, Alkohol

E. Komputer, Obeng, VFL


2. Apa yang harus dilakukan saat kabel FO telah di potong atau di kupas... 

A. Membersihkan kabel FO menggunakan Tisu atau kain khusus

B. Membersihkan kabel FO menggunakan kan usapan jari tangan

C. Mencucinya di mesin cuci

D. Langsung menyambung kan nya menggunakan Splicer

E. Membersihkan nya menggunakan tisu dan minyak


3. Tahapan pertama apa bila ingin menyambung kan kabel FO adalah... 

A. Memotong/mengupas lapisan kabel FO menggunakan stripper

B. Membersihkan kabel FO

C. Memotong/mengupas lapisan kabel FO menggunakan Slippers

D. Membersihkan lapisan kabel FO

E. Memeriksa kabel FO menggunakan VFL


4. Berikut yang termasuk alat alat Fiber Optic kecuali... 

A. VFL

B. Splicer

C. Stripper

D. Speaker

E. Cleaver


5. Sesuai dengan standard TIA/ EIA-598 yang dipakai secara internasional, maka digunakan berapa dalam kabel FO... 

A. 2

B. 12

C. 20

D. 200

E. 2000


6. Dibawah ini yang tidak termasuk warna kabel FO adalah... 

A. Biru

B. Hijau

C. Pink

D. Putih

E. Biru tua


7.  Kabel FO dibagi menjadi 2 macam yaitu... 

A. Single mode dan twister mode

B. Twister mode dan multipel mode

C. Classic mode dan modern mode

D. Mode A dan mode B

E. Single mode dan Multi mode


8. Inti dari kabel FO adalah...

A. Pusat

B. Inti FO

C. Strength member

D. Core

E. Cladding


9. Lapisan luar yang melindungi Inti dan memantulkan kembali cahaya yang terpancar keluar kembali ke dalam inti, adalah... 

A. Cladding

B. Core

C. Membran inti

D. Strength member

E. Fiber


10. Fungsi dari VFL adalah... 

A. Main senter senteran

B. Menyenteru kabel FO

C. Pemancar laser merah

D. Mengecek kabel fiber secara visual

E. Mengecek kabel FO dengan cahaya senter FO

Senin, 27 Maret 2023

Cara menyambungkan kabel FO


Penyambungan kabel fiber optik melibatkan beberapa langkah, di antaranya:

1. Persiapkan peralatan yang diperlukan, seperti splicer (mesin penyambung fiber optik), stripper, cleaver, dan alat pembersih fiber.

2. Potong kedua ujung kabel fiber optik yang akan disambung menggunakan stripper.

3. Gunakan cleaver untuk memotong kedua ujung kabel dengan presisi yang sama.

4. Bersihkan kedua ujung kabel dengan alat pembersih fiber.

5. Tempatkan kedua ujung kabel dalam splicer. Pastikan kabel terpasang dengan benar dan kencang.

6. Atur mesin splicer untuk melakukan penyambungan. Pastikan splicer diatur untuk mode yang sesuai, seperti single mode atau multimode.

7. Pilih mode penyambungan yang tepat, seperti core alignment atau cladding alignment.

8. Setelah penyambungan selesai, uji kabel menggunakan alat pengujian untuk memastikan bahwa sinyal dapat ditransmisikan dengan baik melalui kabel yang disambung.

9. Terakhir, perlindungan kabel dengan menggunakan proteksi pelindung atau selotip khusus untuk melindungi penyambungan dari kerusakan atau goresan.

Perlu diingat bahwa penyambungan kabel fiber optik membutuhkan keahlian dan pengalaman yang cukup. Oleh karena itu, disarankan untuk melakukan penyambungan oleh tenaga ahli yang berpengalaman dan terlatih.

Untuk video lanjutnya silahkan klik link video dibawah ini 

https://youtu.be/8J4IcxlO_7c

Selasa, 07 Februari 2023

Urutan Warna Kabel FO

 Urutan Wrna Kabel Fiber Optic


Kode warna kabel serat optik digunakan untuk menentukan urutan serat maupun tube.

Urutan warna kabel serat optik mengacu pada urutan yang dibuat oleh Telecommunications Industry Associaton yang disebut dengan standar TIA/EIA- 598.

Sesuai dengan standard TIA/ EIA-598 yang dipakai secara internasional, digunakan 12 warna sebagai pengenal urutan yaitu


Kabel fiber optik maksimum dapat menampung 12 tube atau 144 fiber sehingga akan ada kode kabel dari nomor 1 sampai dengan 144 (maksimum).

Cara mengidentifikasi urutan kabel tersebut dengan cara mengidentifikasi warnanya.

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya warna pada fiber maupun tube berurutan dengan sama, mulai dari warna biru sampai aqua.

Kabel tube pertama akan berwarna biru, kemudian kabel fiber pertama (nomor 1) dalam tube warna biru akan berwarna biru dan fiber terakhir dalam tube berwarna biru akan berwarna aqua (nomor 12).



Begitu pun pada tube kedua, tube akan berwarna jingga. Fiber pertama pada tube jingga (nomor 13) akan berwarna biru dan fiber terakhir (nomor 24) akan berwarna aqua.





Selasa, 24 Januari 2023

Perangkat Penyambung Kabel Fiber Optic

Perangkat Penyambung Kabel Fiber Optic

1. Fusion Splicer



Fusion splicer atau sering dikenal sebagai alat untuk menyambungkan serat optik ini merupakan salah satu alat yang digunakan untuk menyambungkan sebuah core serat optik, dimana serat tersebut terbuat / berbasis kaca, dan mengimplementasikan suatu daya listrik yang telah dirubah menjadi sebuah media sinar berbentuk laser.

Sinar laser tersebut berfungsi untuk memanasi kaca yang terputus pada core sehingga bisa tersambung kembali dengan baik. Perlu kalian ketahui, bahwa fusion splicer ini haruslah memiliki tingkat keakuratan yang cukup tinggi, hal ini ditujukan untuk menghasilkan hasil penyambungan yang sempurna, karena pada saat penyambungan tersebut akan terjadi proses pengelasan media kaca serta peleburan kaca yang akan menghasilkan suatu media, dimana media tersebut akan tersambung dengan utuh tanpa adanya celah-celah, hal ini dikarenakan media tersebut memiliki senyawa yang sama.

2. Stripper Atau Miller
Sama seperti kabel - kabel yang lain, salah satunya seperti kabel coaxial dan UTP, kabel fiber optic juga memerlukan alat ini. Alat ini berfungsi sebagai media untuk memotong dan mengupas kulit  dan daging kabel.








3. Cleaver
Cleaver Tools ini mempunyai fungsi untuk memotong core yang kulit kabel optic-nya sudah dikupas, perlu kalian ketahui juga bahwa pemotongan core ini wajib menggunakan alat khusus ini, karena pada serat kacanya akan terpotong dengan rapih. Jika proses ini berhasil dilakukan dengan baik maka tahapan selanjutnya, kalian bisa teruskan ke tahap Jointing. 


4. Optical Power Meter (OPM)


Alat yang satu ini nmemiliki fungsi untuk mengetahui seberapa kuat daya dari signal cahaya yang sudah masuk, OPM ini juga mempunyai interface FC yang langsung berhubungan dengan pathcore FC. Bagi kalian yang belum mengetahui rumus yang digunakan untuk melakukan proses ini, berikut adalah rumusnya
(TX – RX =…dB dibagi jarak (Km). 

5. Optical Time Domain Reflectometer (RTDR)

OTDR merupakan salah satu alat yang digunakan untuk mendeteksi komunitas atau himpunan suatu kabel serat ptik dalam jarak tempuh tertentu, sehingga dengan adanya alat ini diharapkan mampu menghasilkan jarak dari dua sisi yang merupakan ukuran  gangguan yang terjadi. Sehingga untuk melakukan troubleshooting dapat dilakukan dengan baik, karena akan sangat mudah menentukan suatu letak lokasi gangguan yang tengah terjadi. Alat OTDR ini sendiri biasanya digunakan untuk melakukan pendeteksian Kabel Crack, Putusnya core yang belum diketahui letaknya, Putusnya kabel atau juga untuk melakukan bending

6. Light Source
Pada dasarnya, alat yang satu ini mempunyai fungsi untuk memberikan suatu signal untuk jalur yang akan dilaluinya, misalnya untuk mengukur suatu redaman jalur atu end to end dimana Light Source ini akan berfungsi sebagai media yang memberi signal-nya.


7. Optical Fiber Identifier
Alat yang satu ini memiliki fungsi untuk mengetahui arah signal dengan penunjuk arah dan besar daya yang di laluinya.







8. Visual Fault Locator
Alat ini sering disebut juga Laser fiber optic atau senter fiber optic. Fungsinya untuk melakukan pengetesan pada core fiber optic. Laser akan mengikuti serat Optik pada Kabel Fiber Optik dari POP Sampai Ke User (end to end) , bila core tidak bermasalah laser akan sampai pada titik tujuan.


9. Bit Error Rate Test
Alat ini berfungsi sebagai pengecek koneksi jaringan TDM (Time Divisio Multipleksi) yang mana jaringan TDM aplikasinya yaitu layanan Clear Channel yang sedang coba di uraikan penulis. Secara spesifiknya BER TES untuk mengecek dan mengetahui TX atau RX yang error, melalui pengiriman paket dan lup. 


10. Fiber Optic Adapter
Fiber Optik Adapter merupakan suatu komponen yang digunakan untuk melakukan penyambungan/menghubungkan kabel fiber optik satu dengan yang lain. jika penyambungan dilakukan terhadap kabel fiber optik yang memiliki konektor berbeda maka fiber optik adapter disebut fiber optik adapter hibrid atau Special Adapter.



Jenis - Jenis Fiber Optik Adapter
  • FC Fiber optik Adapter

Jenis adapter fiber optik yang satu ini tersedia dalam jenis single mode dan multimode, Ada tiga jenis bentuk/type fiber optik FC adapter, tipe persegi, tunggal dan ganda tipe D, semua fiber optik FC adapter dengan rumah (housing)logam dan Lengan (Sleeves) dari keramik.






  • SC Adapter Fiber Optik
Jenis adaptor fiber optik ini tersedia dalam jenis single mode dan multimode, serta Simplex dan duplex. SC adapter fiber optik dengan perumahan (housing) plastik, mempunyai beberapa varian warna, seperti : 
1. biru untuk PC single mode
2. hijau untuk APC single mode dan multimode beige untuk PC.

Semua Fiber Optik SC adapter mempunyai jenis flange, sementara itu untuk single mode adapter adalah dengan lengan zirkonia dan untuk serat multimode adaptor dengan lengan perunggu.


  • LC Fiber Optik Adapter
Adapter fiber optik LC semua rumah (housing) plastik; ada simpleks LC adapter dan adapter LC duplex, fiber optik adapter LC warna sama dengan fiber optik SC adapter: biru untuk PC single mode, warna beige untuk PC modus multi dan hijau untuk APC single mode. fiber optik adapter LC dengan lengan perunggu untuk multimode dan lengan zirkonia untuk single mode.



  • ST Fiber Optik Adapter
Fiber Optik  ST adapter semua jenis ulir, dengan perumahan (housing) logam, yang single mode dengan lengan zirkonia dan yang multimode adalah dengan lengan perunggu.





11. Splitter Optic
Splitter merupakan komponen yang bersifat pasif dan dapat memisahkan daya optik dari satu input serat ke dua atau beberapa output serat. Splitter pada PON dikatakan pasif sebab optimasi tidak dilakukan terhadap daya yang digunakan terhadap pelanggan yang jaraknya berbeda dari node splitter, sehingga sifatnya idle dan cara kerjanya membagi daya optic sama rata



Berikut ini adalah jenis-jenis splitter :
  • 1 : 2 (tanpa back up)
  • 1 : 4 (tanpa back up)
  • 1 : 8 (tanpa back up)
  • 1 : 16 (tanpa back up)
  • 1 : 32 (tanpa back up)
  • 2 : 2 (dengan back up)
  • 2 : 4 (dengan back up)
  • 2 : 8 (dengan back up)
  • 2 : 16 (dengan back up)
  • 2 : 32 (dengan back up)
12. Fiber Node
Fiber node merupakan suatu titik terminasi antara jaringan optik dengan jaringan koaksial. Fiber nod eberupa perangkat opto elektronik yang berfungsi untuk mengubah sinyal optik yang berasal dari distribution hub menjadi sinyal elektrik untuk diteruskan ke rumah rumah pelanggan melalui kabel koaksial dan sebaliknya. 
Fiber node sendiri adalah salah satu device yang berhubungan dengan teknologi HFC (Hibrid Fiber Coaxial) dan banyak diaplikasikan untuk sistem jaringan TV Kabel.


13. Pigtail Fiber Optic
Pigtail fiber optic merupakan sepotong kabel yang hanya memiliki satu buah konektor diujungnya, pigtail akan disambungkan dengan kabel fiber yang belum memiliki konektor.  Biasanya kabel pigtail di install di OTB (Optical Distribution Box) dan disambung / splicing dengan tarikan kabel Optic yang glondongan (Loose tube cable / Tight buffered cable).


14. Optical Termination Box (OTB)

Optical Termination Box, berfungsi sebagai pendistribusian fiber seperti FDF yang menampung maksimum 72 core. Optical Terminal Box juga digunakan untuk menghubungkan kabel serat optik indoor maupun outdoor dan patchcord. OTB dapat dipasang di dinding maupun tiang.

15. Roset Chat

Tempat penghubung antara kabel indoor optik dengan kabel optic arah CPE dalam bentuk ONT/ONU (Optical Network Terminal) bedanya tidak dapat ditanam

16. HTB

Digunakan untuk mengkonversi dari LAN ke FO (Fiber Optik) dan dapat disalurkan ke Lan lagi dengan jarak maksimum 25km.

17. Pigtail

Digunakan untuk menghubungkan perangkat optik yang tidak memiliki port konektor, atau untuk memperpanjang jangkauan kabel serat optik yang sudah ada.

18.Roset Tanam FO


19. SOC

Digunakan Untuk Sambungan Kabel Fiber Optik/Dropcore dan Biasanya Digunakan Penyambungan Dengan Splicing.

20. Protection sleep (Termopit) 

Kegunaan Protection Sip (Termopit) yaitu berfungsi sebagai pelindung serat optic yang sudah di sambung agar aman tidak patah atau kepanasan dan kehujanan

21. Fast Connector

Berfungsi Untuk Penyambungan Core Optic Ke Connector SC tanpa menggunakan Fusion Splicer.

22. OTB
 

OTB digunakan untuk menghubungkan kabel fiber optik indoor maupun outdoor dan konektor. OTB dapat dipasang di dinding maupun tiang

23. Kabel Drop Core

Kabel fiber optik umumnya digunakan untuk saluran komunikasi. Sebab, kabel ini memiliki kecepatan transmisi serat optik yang sangat tinggi. Selain itu, cahaya yang ada di dalam serat optik tidak bisa keluar karena indeks bias dari kaca lebih besar ketimbang indeks bias dari udara.

24.  Joint Closure Optic

 

Joint Closure merupakan sebuah box atau tempat untuk menaruh hasil sambungan dari fiber optic. Sebagai contoh : Jika ada kebel fiber optic putus karena terpotong atau terbakar maka kabel tersebut di sambung/splicing dan hasil splicingan di taruh di Closure. 

Penyambungan kabel fiber optik melibatkan beberapa langkah, di antaranya:

1. Persiapkan peralatan yang diperlukan, seperti splicer (mesin penyambung fiber optik), stripper, cleaver, dan alat pembersih fiber.

2. Potong kedua ujung kabel fiber optik yang akan disambung menggunakan stripper.

3. Gunakan cleaver untuk memotong kedua ujung kabel dengan presisi yang sama.

4. Gunakan stripper untuk mengupas lapisan² pada kabel fiber optic.

5. Bersihkan kedua ujung kabel dengan alat pembersih (Bisa menggunakan tisu). 

6. Tempatkan kedua ujung kabel dalam splicer. Pastikan kabel terpasang dengan benar dan kencang.

7. Atur mesin splicer untuk melakukan penyambungan. Pastikan splicer diatur untuk mode yang sesuai, seperti single mode atau multimode.

8. Pilih mode penyambungan yang tepat, seperti core alignment atau cladding alignment.

9. Setelah penyambungan selesai, uji kabel menggunakan alat pengujian untuk memastikan bahwa sinyal dapat ditransmisikan dengan baik melalui kabel yang disambung.

10. Terakhir, perlindungan kabel dengan menggunakan proteksi pelindung atau selotip khusus untuk melindungi penyambungan dari kerusakan atau goresan.

Perlu diingat bahwa penyambungan kabel fiber optik membutuhkan keahlian dan pengalaman yang cukup. Oleh karena itu, disarankan untuk melakukan penyambungan oleh tenaga ahli yang berpengalaman dan terlatih, serta menggunakan sarung tangan saat proses penyambungan kabel nya. 

Untuk video lanjutnya silahkan klik link video dibawah ini 

Link video : https://youtu.be/_P3mdTEUmXU



Konfigurasi Proxy Server

Nama : Samara Naira Ardian No Absen : 19 KONFIGURASI PROXY SERVER 1.Buka aplikasi virtual box 2.instal debian 8 3.konfigurasi router dan dns...