Nama : Samara Naira Ardian
No Absen : 19
KONFIGURASI PROXY SERVER
1.Buka aplikasi virtual box
Nama : Samara Naira Ardian
No Absen : 19
KONFIGURASI PROXY SERVER
1.Buka aplikasi virtual box
1. Subnet Mask yang dapat digunakan pada IP kelas B adalah 255.255.0.0
Jawaban : (B)
2. Mikrotik merupakan salah satu aplikasi untuk melakukan konfigurasi RouterOS dan DNS server.
Jawaban : (S)
3. Mikrotik Router Board Rb 941- 2nd Hap Lite atau Router Board yang biasa digunakan oleh siswa SMKN 1 Juwiring merupakan Router Board yang memiliki 5 port
Jawaban : (S)
4. Mikrotik Router Board Rb 941- 2nd Hap Lite atau Router Board yang biasa digunakan oleh siswa SMKN 1 Juwiring merupakan Router Board yang memiliki 4 port
Jawaban : (B)
5. Untuk melakukan setting Router Board dapat menggunakan aplikasi Winbox dan Virtualbox
Jawaban : (S)
6. Untuk melakukan setting Router Board dapat menggunakan aplikasi Winbox
Jawaban : (B)
7. Untuk melakukan setting Router Board dapat menggunakan aplikasi Virtualbox
Jawaban : (S)
8. Jika semua port telah disetting dan ternyata ada kesalahan maka cara untuk mereset nya adalah dengan melakukan Hard Reset
Jawaban : (B)
9. Mac Addresses pada Router Mikrotik terletak di bagian samping Router Board
Jawaban : (S)
10. C4: AD: 34: AC: E1: FA merupakan sebuah Mac address
Jawaban : (B)
1. Siapkan Switch dan beberapa PC
2. Masukkan IP dan Subnetmask pada setiap PC
A. Pengertian Routing
routing adalah proses meneruskan paket-paket data dari satu jaringan ke yang lainnya. Proses ini dapat diartikan juga sebagai penggabungan beberapa jaringan untuk meneruskan paket data dari satu jaringan ke jaringan.
1. Routing Statis
Routing statis atau Static Routing adalah proses setting router jaringan menggunakan tabel routing yang dikonfigurasikan secara manual oleh network administrator.
Seorang administrator jaringan akan mengisi setiap entri dalam forwarding table di setiap router yang terhubung pada jaringan tersebut. Mereka harus memasukkan atau menghapus rute statis jika adanya perubahan topologi.
Konsep routing statis merupakan pengaturan routing paling sederhana dalam jaringan komputer. Maka dari itu, penggunaan routing statis cocok untuk jaringan internet skala kecil.
2. Routing Dinamis
Routing Dinamis (Dynamic Routing) adalah jenis router yang mampu membuat tabel routing secara otomatis berdasarkan lalu lintas jaringan dan router yang terhubung.
Berkebalikan dengan routing statis, routing dinamis memiliki protokol routing yang akan mengatur router secara otomatis untuk saling berkomunikasi dengan memberikan informasi tentang jaringan dan koneksi antar router. Informasi ini digunakan untuk membangun dan memperbaiki table routing-nya.
B. Perbedaan
1. Routing Statis
-Tabel routing dibuat dan dihapus secara manual oleh administrator.
-Cocok digunakan untuk jaringan skala kecil
-Tidak banyak membutuhkan resource
-Lebih aman
-Tidak menggunakan protokol routing
-Berfungsi pada protokol IP
-Router tidak dapat membagi informasi routing
2. Routing dinamis
-Tabel routing dibuat dan dihapus secara otomatis oleh protokol routing.
-Cocok digunakan untuk jaringan skala besar.
-Banyak menggunakan resource
-Kurang aman
-Menggunakan protokol routing seperti RIP, OSPF, dsb.
-Berfungsi pada inter-routing protocol
-routing Router membagi informasi routing secara otomatis
Jika ada kesalahan mohon di maafkan, jika ada keraguan mohon dijelaskan. Agar tidak ada kesalah pahaman diantara aku dan kamu.
Jangan berpendapat secara sepihak disaat kamu tidak tahu yang sebenernya terjadi. Yang kamu fikir buruk bisa jadi adalah sesuatu yg baik hanya saja kamu tidak tahu.
Jikalau masih ingin disini maka jangan pergi meninggalkan hati yg tak ingin kau tinggal pergi.
Sekian terimakasih...
|
Hari/Tanggal |
Judul |
Identitas |
|
Rabu,25 Juli 2023 |
Menghubugkan 2 Router dengan 1 PC di
Cisco Packet Tracer |
Nama : Samara Naira Ardian Kelas : XI TJKT 2 No Absen : 19 |
1. Kabel LAN
Fungsi :2. Wireless Accsess Point (Ruiji)
Fungsi :
sebagai penyebar sinyal internet kepada perangkat yang terhubung melalui gelombang radio. Baik itu perangkat nirkabel atau perangkat kabel biasa.
3. ODP (Jo-link)
Fungsi :
sebagai tempat instalasi sambungan jaringan optik single-mode terutama untuk menghubungkan kabel fiberoptik distribusi dan kabel drop.
4. mesh acces point
Fungsi :
untuk memperluas jaringan komputer tanpa harus terbatas dengan jarak
5. Antena grid
Fungsi :
untuk memperkuat dan mengarahkan sinyal wireless untuk melakukan koneksi point to point, multi point.
1. Apa saja alat penyambung fiber optic dibawah ini...
A. Blender, flashdisk, palu
B. Gunting, Tisu, VFL
C. Splicer, VFL, Cleaver
D. Cliver, Tisu, Alkohol
E. Komputer, Obeng, VFL
2. Apa yang harus dilakukan saat kabel FO telah di potong atau di kupas...
A. Membersihkan kabel FO menggunakan Tisu atau kain khusus
B. Membersihkan kabel FO menggunakan kan usapan jari tangan
C. Mencucinya di mesin cuci
D. Langsung menyambung kan nya menggunakan Splicer
E. Membersihkan nya menggunakan tisu dan minyak
3. Tahapan pertama apa bila ingin menyambung kan kabel FO adalah...
A. Memotong/mengupas lapisan kabel FO menggunakan stripper
B. Membersihkan kabel FO
C. Memotong/mengupas lapisan kabel FO menggunakan Slippers
D. Membersihkan lapisan kabel FO
E. Memeriksa kabel FO menggunakan VFL
4. Berikut yang termasuk alat alat Fiber Optic kecuali...
A. VFL
B. Splicer
C. Stripper
D. Speaker
E. Cleaver
5. Sesuai dengan standard TIA/ EIA-598 yang dipakai secara internasional, maka digunakan berapa dalam kabel FO...
A. 2
B. 12
C. 20
D. 200
E. 2000
6. Dibawah ini yang tidak termasuk warna kabel FO adalah...
A. Biru
B. Hijau
C. Pink
D. Putih
E. Biru tua
7. Kabel FO dibagi menjadi 2 macam yaitu...
A. Single mode dan twister mode
B. Twister mode dan multipel mode
C. Classic mode dan modern mode
D. Mode A dan mode B
E. Single mode dan Multi mode
8. Inti dari kabel FO adalah...
A. Pusat
B. Inti FO
C. Strength member
D. Core
E. Cladding
9. Lapisan luar yang melindungi Inti dan memantulkan kembali cahaya yang terpancar keluar kembali ke dalam inti, adalah...
A. Cladding
B. Core
C. Membran inti
D. Strength member
E. Fiber
10. Fungsi dari VFL adalah...
A. Main senter senteran
B. Menyenteru kabel FO
C. Pemancar laser merah
D. Mengecek kabel fiber secara visual
E. Mengecek kabel FO dengan cahaya senter FO
Urutan Wrna Kabel Fiber Optic
Kode warna kabel serat optik digunakan untuk menentukan urutan serat maupun tube.
Urutan warna kabel serat optik mengacu pada urutan yang dibuat oleh Telecommunications Industry Associaton yang disebut dengan standar TIA/EIA- 598.
Sesuai dengan standard TIA/ EIA-598 yang dipakai secara internasional, digunakan 12 warna sebagai pengenal urutan yaitu
Kabel fiber optik maksimum dapat menampung 12 tube atau 144 fiber sehingga akan ada kode kabel dari nomor 1 sampai dengan 144 (maksimum).
Cara mengidentifikasi urutan kabel tersebut dengan cara mengidentifikasi warnanya.
Seperti yang sudah dibahas sebelumnya warna pada fiber maupun tube berurutan dengan sama, mulai dari warna biru sampai aqua.
Kabel tube pertama akan berwarna biru, kemudian kabel fiber pertama (nomor 1) dalam tube warna biru akan berwarna biru dan fiber terakhir dalam tube berwarna biru akan berwarna aqua (nomor 12).
Begitu pun pada tube kedua, tube akan berwarna jingga. Fiber pertama pada tube jingga (nomor 13) akan berwarna biru dan fiber terakhir (nomor 24) akan berwarna aqua.
Perangkat Penyambung Kabel Fiber Optic
Nama : Samara Naira Ardian No Absen : 19 KONFIGURASI PROXY SERVER 1.Buka aplikasi virtual box 2.instal debian 8 3.konfigurasi router dan dns...